![]() |
| Jokowi-JK di Gedung Joeang (Foto: Heru Haryono/Okezone) |
“Pertama, itu adalah cermin dari sikap tak siap kalah di kubu Jokowi JK,” kata pengamat komunikasi politik dari Universitas Negeri Jember, Muhammad Iqbal, kepada wartawan, Selasa (8/7/2014).
Padahal sebelum kampanye berlangsung, dua pasangan Capres dan Cawapres sudah mendeklarasikan siap kalah siap menang di depan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan disaksikan oleh seluruh rakyat Indonesia melalui televisi.
“Jika mereka memahami makna deklarasi itu, apapun hasil Pilpres baik kalah atau menang harus mereka hormati sebagai pilihan terbaik dari rakyat,” kata Iqbal.
Bagaimanapun kata Iqbal, hasil pilpres adalah pilihan rakyat. “Kegiatan kampanye atau debat adalah sebagian dari usaha edukasi politik untuk rakyat. Setelah itu di tangan rakyatlah keputusan memilih itu terjadi,” kata Iqbal.
Lebih lanjut Iqbal mengatakan bahwa ucapan Muh. Yamin itu adalah bentuk arogansi atau sikap jumawa (angkuh atau sombong) dari kubu Seknas. “ Ucapan itu sama saja melakukan pengadilan terhadap pilihan rakyat, padahal dia tak berhak sama sekali melakukan itu,” kata Iqbal.
Menurutnya, Pilpres adalah satu tahapan suksesi kepemimpinan yang harus berlangsung dengan baik dan hasilnya harus dihormati semua pihak.
Sikap ini sangat berbeda dengan sikap yang ditunjukkan oleh kubu Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa. Menurut Iqbal, beberapa kali Prabowo mengatakan bahwa mereka akan menghormati apapun keputusan rakyat Indonesia dalam Pilpres. “Ini ucapan seorang negarawan. Dengan jiwa besarnya, dia menghargai apapun yang diputuskan oleh rakyat,“ kata Iqbal.
Sikap negarawanan ini juga muncul ketika Prabowo dan Hatta melakukan Debat Capres dan Cawapres. “Jika lawan politiknya mengemukakan program yang bagus, dia tak segan setuju meski harus berbeda pendapat dengan tim suksesnya. Itu tercermin pada gesture, diksi Prabowo dan Hatta. Ini murni sikap negarawan,” kata Iqbal.
Sebaliknya, sikap berbeda ditampilkan oleh pasangan Joko Widodo dan JK di beberapa debat. “Jujur saya katakan di sini bahwa Jokowi dan JK tidak menunjukkan sikap seperti itu. Mereka cenderung sinis, nyinyir terhadap lawan politiknya,” kata Iqbal.
Jokowi dan Jk menurutnya selalu memberi tone negatif dalam menanggapi jawaban Prabowo-Hatta yang akan bersifat kontraproduktif dengan image yang mereka pasang yaitu jujur dan merakyat. “Untuk level RI 1 itu, sangat jauh dari harapan dan ternyata itu diikuti oleh kubu tim sukses Jokowi JK,” kata Iqbal.
(ful)
Sumber : Selasa, 8 Juli 2014 - 11:54 wib | Mohammad Saifulloh - Okezone





0 comments:
Posting Komentar